Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

YOGYAKARTA, KOMPAS - Sejak fasilitas ditingkatkan awal tahun ini, jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta meningkat sekitar 50 kali lipat dibandingkan empat tahun lalu. Pada 2006, rata-rata 5 pengunjung. Memasuki April 2010, pengunjung mencapai 250 orang per hari. Hal ini menandai tingginya kebutuhan masyarakat akan fasilitas membaca yang memadai. Seperti terlihat Jumat (23/4) di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta, pengunjung tidak hanya memadati ruang baca dan koleksi yang berpenyejuk udara, tetapi juga pelataran perpustakaan yang dilengkapi sejumlah tempat duduk dan hotspot gratis. Puncak keramaian terjadi menjelang waktu pulang sekolah.

Ruangan perpustakaan dipadati para pelajar dari SD sampai SMA yang datang berombongan. Salah satu pustakawan, Suyono Joyopernoto, mengatakan, sekitar 50 persen pengunjung adalah mahasiswa, 30 persen pelajar, dan sisanya masyarakat umum. Jumlah pengunjung pada Mei lalu tercatat 5.736 orang atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari Januari dengan jumlah 2.884 orang. “Selain membaca, mereka juga memanfaatkan fasilitas internet gratis,” katanya.   Peningkatan jumlah pengunjung juga meningkatkan jumlah buku yang dipinjam. Pada Januari, jumlah buku yang dipinjam mencapai 1.036 eksemplar, sedangkan pada Mei jumlah buku yang dipinjam mencapai 3.246 eksemplar. Buku yang paling diminati adalah sastra diikuti psikologi, budaya, dan keterampilan.   Menurut Suyono, penambahan fasilitas membuat Perpustakaan Kota Yogyakarta jauh lebih nyaman dari perpustakaan lama yang berada di Alun-alun Utara. Perpustakaan Kota Yogyakarta baru berada di kawasan Kotabaru sejak 2008 yang lalu. Selain itu, koleksi buku-buku baru ditambah. Berbagai kegiatan juga diselenggarakan untuk menarik masyarakat datang ke perpustakaan.   Kewalahan Padatnya pengunjung membuat petugas perpustakaan kewalahan. Sejumlah pengunjung pun terpaksa lesehan karena tak memperoleh tempat duduk. “Kami sudah gunakan dua lantai gedung untuk pengunjung, tetapi tetap belum dapat menampung semua,” ujar Kepala Seksi Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta Afia Rosdiana.   Menurut Afia, diperlukan pengembangan ruang untuk menjaga kualitas layanan perpustakaan. Namun, sampai sekarang belum ditemukan pemecahannya. Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Wilayah Provinsi DI Yogyakarta Adhisupo mengatakan, banyaknya pengunjung perpustakaan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas membaca yang memadai. Sumber : www.cetak.kompas.com